Minggu, 21 Januari 2018

Eliminasi Bumi Sebagai Eksoplanet Layak Huni

Di dunia terdapat beberapa lembaga antariksa, lembaga yang paling terkenal adalah NASA. NASA (National Aeronautics and Space Adminidtration) adalah lembaga milik Negara amerika serikat yang bertugas dalam bidang penelitian luar angkasa. NASA telah memiliki 100 lebih misi penelitian yang telah dilaksanakan atau yang sedang dilaksanakan. Pada ulasan kali ini penulis akan mengulas misi misi NASA khususnya dalam bidang penelitian eksoplanet. Studi tentang eksoplanet adalah topik terkini dalam astronomi. Penelitian eksoplanet adalah penelitian yang dilakukan untuk mencari planet diluar tata surya kita. Para peneliti di bidang eksoplanet saat ini telah merancang dan sedang melaksanakan beberapa misi eksoplanet. Misi tersebut yaitu kepler misi yang telah dilaksanakan dan Gaia misi yang masih dalam melakukan langkah awal opreasi. Kali ini penulis akan menyampaikan pembahasan mengenai kedua misi eksoplanet tersebut.
Misi Gaia menjadi misi luar angkasa paling ambisius di antara sekian misi luar angkasa yang ada. Gaia adalah nama pesawat luar angkasa atau disebut dengan satelit. Satelit Gaia dirancang khusus untuk tugas astrometri. Tugas astrometri yaitu mengukur posisi dan jarak dari bintang dengan presisi belum pernah terjadi sebelumnya. Misi utama Gaia adalah membuat peta tiga dimensi Galaksi Bima Sakti. Dengan menggunakan survei lebih dari satu juta ribu Bintang, misi ini memantau sekitar 70 kali selama 5 tahun. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan grafik posisi, jarak, gerak, dan perubahan kecerahan dari bintang bintang yang diamati. Misi ini juga diharapkan untuk menemukan objek penelitian Cakrawala di luar angkasa dan di luar tata surya yang akan di teliti lebih dalam lagi, serta akan melakukan uji coba yang ketat tentang teori umum relativitas Albert Einstein.
 
peta tiga dimensi Galaksi Bima Sakti
Pembuatan peta dimensi ini bertujuan untuk mendapatkan data-data gerak, luminositas(kilauan), suhu, dan komposisi dari suatu objek luar angkasa. Hal tersebut sangat membantu untuk mengambil solusi dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan Galaksi Bima Sakti. Selain itu, data-data tersebut dapat membantu untuk mengetahui sejarah Galaksi Bima Sakti lebih dalam. Sebagai contohnya Gaia, Gaia akan mengidentifikasi bintang Relix dari Galaksi kecil yang lalu ditelan oleh Galaksi besar Bima Sakti. Diharapkan hasil penelitian ilmiah Gaia yang luas dari objek-objek cakrawala tidak hanya akan menguntungkan penelitian galaksi dan tata surya kita, tetapi juga untuk dasar fisika yang mendukung penelitian tentang exoplanet di luar tata surya maupun di luar galaksi Bima Sakti. Misi gaia ini diluncurkan oleh European Space Agency(ESA) pada 19 desember 2013. Di perkirakan satelit Gaia menemukan setidaknya 2.500 planet baru ditambah penemuan 3.600 planet baru oleh NASA.
Nasa menemukan lebih dari 3.600 planet baru lewat misi antariksa. Misi NASA tersebut adalah misi kepler. Misi kepler dirancang khusus mensurvei wilayah Galaksi Bima Sakti untuk menemukan planet dengan ukuran planet seperti bumi dan berada di zona layak huni. Misi ini menggunakan satelit teleskop luar angkasa buatan NASA. Satelit dan misi Kepler diluncurkan pada tanggal 7 Maret 2009, misi Kepler sudah berlangsung selama kurang lebih 8 tahun 10 bulan. Misi Kepler termasuk Misi dengan total biaya yang murah yang berfokus pada sains. Dengan menggunakan teleskop ini misi kepler telah menemukan beberapa planet layak huni. Tujuan ilmiah misi Kepler adalah untuk mengeksplorasi struktur dan keragaman sistem planet. Sejauh ini, sebagian besar ExoPlanet yang dideteksi oleh proyek lain adalah exoplanet dengan ukuran sebesar planet Jupiter atau planet yang lebih besar lagi. 
Satelit Kepler atau teleskop luar angkasa Kepler menggunakan metode transit untuk menemukan ExoPlanet yang memiliki indikasi planet layak huni. Metode transit adalah sebuah metode yang mengukur kedipan cahaya bintang bintang yang di sebabkan oleh adanya planet asing yang lewat di depannya. Misi Nasa eksoplanet ini layaknya lomba lari estafet, diibaratkan pelari dalam lomba estafet adalah satelit eksoplanet Nasa dan tongkat estafet diibaratkan misi eksoplanet tersebut. Karena lintasan lari dari lomba lari estafet tersebut cukup jauh atau area dari eksoplanet sangat jauh, maka untuk menyelesaikan lomba estafet tersebut dibutuh kan pelari yang jumlahnya tidak hanya satu, untuk saling meneruskan tongkat estafet agar sampai di garis finish. Dengan kata lain, tujuan dari peluncuran satelit eksoplanet berikutnya untuk lebih mengetahui karakteristik dari eksoplanet khususnya eksoplanet layak huni. Sehinga para astronom akan dapat terjun langsung ke eksoplanettersebut dan melakukan eksplorasi eksoplanet lebih dalam dengan hasil penelitian yang akurat.
Misi Kepler akan dilanjutkan oleh misi Transiting Exoplanet Survey Satelite(TESS) yaitu misi pencarian planet transit di luar tata surya kita. Dalam ilmu astronomi transit adalah fenomena benda langit yang muncul untuk bergerak melintasi wajah tubuh langit lainnya. Misi TESS ini juga menjadi misi exoplorasi astrofisika. Astrofisika adalah cabang ilmu astronomi yang mempelajari sifat fisik dari objek astronomi. Misi utama TESS adalah memindai atau mempelajari planet planet yang mempunyai indikasi kemiripan dengan bumi, yang sebelumnya telah dipindai terlebih dahulu oleh satelit kepler.
Dari hasil ulasan, penulis telah menemukan kesamaan yang terdapat pada ke 3 misi tersebut (Gaia, Kepler, TESS). Kontras dari ketiga misi tersebut adalah upaya dalam pengeksplorasi planet-planet diluar tata surya kita, untuk menemukan planet-planet yang memiliki kemiripan dengan Bumi. Maksud dari pencarian planet mirip Bumi adalah untuk memenuhi semua persyaratan yang ada agar manusia dapat hidup dengan sempurna. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh planet layak huni yang pertama adalah massa suatu planet haruslah bermassa yang cukup berat agar gaya gravitasinya dapat membuat zat-zat dan air yang ada di dalamnya dapat terus-menerus menyentuh permukaan planet. Jika masa terlalu ringan maka yang terjadi adalah gaya gravitasinya akan melemah, sehingga mengakibatkan zat-zat dan air di planet tersebut berterbangan kemana-mana dan sebaliknya.
Kedua, jarak planet dari bintang induknya. Jika jarak planet terlalu dekat dengan bintang induknya maka suhu planet tersebut terlalu panas untuk kehidupan. Jika terlalu jauh dengan planet induknya maka suhu planet tersebut terlalu dingin untuk dihuni manusia atau kehidupan lainnya.
Ketiga, unsur atmosfer. Unsur atmosfer dari suatu planet layak huni haruslah tepat. Unsur-unsur yang tepat mampu membantu menunjang kehidupan manusia di planet tersebut dengan lancar. Unsur-unsur tersebut harus mengandung unsur oksigen, metana, dan nitrogen. Jika unsur atmosfer tidak sesuai, maka udara yang ada di dalam planet tersebut beracun untuk kehidupan manusia di Planet tersebut.
Keempat, medan magnet. Medan magnet yang ada pada planet layak huni haruslah kuat. Medan magnet tersebut berfungsi sebagai anti radiasi atau pemantul radiasi dari bintang induk dan angin bintang. Jika medan magnet melemah maka angin bintang tersebut dapat merusak atmosfer yang mana radiasi bintang induk dapat masuk menembus atmosfer tersebut dan permukaan planet tersebut terpapar secara langsung oleh radiasi bintang induk, dan dapat membakar atau merusak kehidupan yang ada.
Kelima, jarak planet dari pusat galaksi. Jika suatu planet letak nya terlalu dekat dengan pusat galaksi, maka akan membahayakan kehidupan yang ada di dalam nya. Karena terpapar radiasi inti dari pusat galaksi yang terlalu tinggi.
Sedangkan yang keenam, planet harus bermasa padat. Suatu planet harus bermasa padat agar kehidupan yang ada didalam nya dapat berpijak di planet tersebut. Itulah pokok persyaratan yang harus dimiliki suatu planet jika ingin dihuni manusia atau kehidupan lainnya.
Dari persyaratan di atas, terdapat beberapa planet hasil temuan dari satelit milik NASA dan lembaga antariksa lain nya, yang memenuhi persyaratan tersebut. Disini penulis akan mendeskripsikan empat planet temuan satelit milik NASA yang terindikasi mirip seperti Bumi.

planet Proxima B
Pertama, Proxima B. adalah planet layak huni yang terletak di rasi bintang Centaurus. Planet Proxima B berjarak lebih dari empat tahun cahaya dari tata surya kita. Proxima B memiliki bintang induk yaitu Proxima Centauri. Proxima Centauri memiliki ukuran yang lebih kecil dengan suhu yang lebih rendah jika dibandingkan denga matahari. Proxima B bersuhu 234 K. Proxima B memiliki masa 1,3 × bumi, tepatnya masa Proxima B yaitu 0.123 M(Massa matahari ( M  ))adalah unit standar massa dalam astronomi , setara dengan sekitar 2 × 10 30 kg). Jarak orbitan Proxima B oleh Proxima Centauri lebih dekat jika dibandingkan dengan orbitan bumi oleh Matahari, Proxima B membutuhkan waktu 11,186 jam untuk menyelesaikan orbitan tunggal. Proxima B memiliki jari jari planet nya ≥ 1,1 R(Radius surya adalah satuan jarak yang digunakan untuk mengekspresikan ukuran bintang dalam astronomiR = 6.957 × 105).  Peneliti memungkinkan Proxima B hanya melakukan revolusi dan tidak melakuakan rotasi seperti bumi.

Kedua, Trappist-1. Trappist-1 sebenarnya bukanlah nama sebuah planet, melainkan nama dari sebuah sistem tatasurya eksoplanet. Yang terletak relative dekat dengan tata surya kita, di rasi bintang aquarius yang berjarak 40 tahun cahaya(235 trilyun mill) dari bumi. Di dalam tata surya Trappist-1 terdapat 7 planet yang mengorbit pada bintang induk yang bernama Trappist-1 star yaitu planet Trappist B, C, D, E, F, G, H, dan I. Bintang induk tersebut merupakan sebuah bintang kerdil ultradingin, dengan kelas spektral M8,0 ± 0,5, yang kira-kira 8% massa dan 11% radius dari Matahari. Temperaturnya 2550 K dan sedikitnya berusia 500 juta tahun.Sebagai perbandingan, Matahari berusia sekitar 4,6 miliar tahun dan memiliki temperatur 5778 K. Terdapat dua planet mengorbit sangat dekat dengan  Trappist-1 star yaitu Trappist C dan Trappist D, meskipun kedua planet tersebut mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya kandungan air di dalam kedua planet tersebut tetap ada itulah alasan mengapa bintang induk ini disebut sebuah bintang kerdil ultra dingin. Trappist-1 star memiliki temperatur yang tidak terlalu panas, namun dapat membuat 6 planet terdekatnya tetap hangat. Di dalam system tata surya Trappist-1 hanya terdapat 3 planet layak huni, yaitu Trappist E, F, G. disini penulis akan mendiskripsikan ketiga planet tersebut
Ketiga Trappist E. Jarak planet ini dari bumi yaitu 39,46 tahun cahaya. Jarak planet Trappist E ke bintang induknya berjarak 0,028 AU. Trappist E berada di zona layak huni di dalam sistem tata surya trappist-1. Planet ini memiliki ukuran Sama persis dengan bumi. Trappist E memiliki massa yang mirip seperti bumi. Planet ini memiliki periode orbit 144 jam. Suhu dari planet trappist E bersuhuequilibrium 251,3 K. Radius planet Trappist Esekitar 0,92 R dengan massa 0,62 M. Nilai tersebut memungkinkan menghitung nilai gravitasi nya menjadi 7,22 m/s 2, nilai gravitasi tersebut 74% dari nilai gravitasi di bumi.
Keempat Trappist F. Trappist F adalah planet ekstra surya terletak di dalam sistem tata surya Trappist-1. Planet ini menjadi planet ke 5 dari urutan 7 planet yang terdapat di Trappist-1. Planet ini memiliki ukuran mirip dengan bumi, Dan komposisi planet Trappist F Ini kemungkinan bebatuan. Planet Trappist F memiliki keseimbangan suhu 219 K. Planet Trappist F memiliki radius 1,04 R. Massa dari planet ini masih belum diketahui pasti, tetapi berdasarkan pada ukuran massa planet Trappist F sekitar 0,68 M. Planet ini memiliki periode orbit sekitar 206 hari dan orbital radius sekitar 0,037 × dari bumi.
Kelima Trappist G. Trappist G adalah planet yang terakhir menduduki zona layak huni di tata surya Trappist-1 Trappist G memiliki suhu equilibrium 198,6 K. Massa Trappist G 1,34 Masa dari bumi dengan radius planet 1,13 R, menghasilkan gravitasi permukaan yang diperkirakan sebesar 10,3 m/s 2 , dengan kerapatan 5,13 g/cm 3. Trappist G memiliki periode orbit sekitar 12,353 hari dan radius orbit sekitar 0,045 satu kali dari bumi. Hal tersebut merupakan batas luar zona layak huni Trappist-1. Jarak Trappist G dari bintang induknya adalah berjarak 0,045 AU. Orbit TRAPPIST-1g memiliki eksentrisitas 0,003, jauh lebih rendah daripada Bumi. Orbitnya bervariasi hanya sekitar 41.000 kilometer (dibandingkan dengan sekitar 5 juta km untuk Bumi), yang mungkin membuat iklim planet ini sangat stabil.
Sebagai pembanding dari eksoplanet yang telah dipaparkan dengan keadaan di Bumi. Penulis akan mendeskripsikan kedaan fisik di Bumi. Bumi merupakan planet ketiga dari tatasurya kita. Bumi disebut sebagai planet dunia atau planet biru. Periode orbit bumi membutuhkan waktu ± 8,760 jam dengan kecepatan rata rata 107,2 km/jam, Bumi memiliki jari jari 6371 km dengan luas permukaan 510.072.000 km2yang memiliki masa 597.219 ×1024 kg. sedangkan komposisi Bumi terdiri dari 30,1% oksigen, 32,1% besi, 15,1% silicon, 13,9% magnesium, 2,9% belerang, 1,8 % nikel, 1,5% kalsium, 1,4% alumunium, dan 1,2% unsur lainnya serta 12.900 km2uap air atau setara dengan 264 milyar galon. Bumi memiliki kuat medan magnet antara 25 singga 65 mikrotesla(satuan internasional dengan symbol T dari intensitas magnet). Radius dari bumi berkisar 6.371 km dengan jarak Bumi ke bintang induk berjarak 149,6 juta km. gaya gravitasi Bumi adalah 9,807 m/s 2, suhu rata rata Bumi adalah 288 sampai 330 K. kerapatan yang dimiliki Bumi sekisar 5,51 g/cm 3.
Untuk menelusuri dan mengidentifikasi lebih dalam eksoplanet layak huni seperti Trappist E, F, G, dan Proxima B maka penulis memiliki gagasan berupa system eliminasi dalam eksoplanet. Inovasi tersebut bertujuan agar mampu mengklarifikasi planet selain bumi sebagai planet layak huni. Dilakukan dengan cara mengirimkan responden pertama berupa robot atau sipanse untuk mengatur dan mengujicoba jalur peluncuran pesawat luar angkasa ke Trappist E, F, G, dan Proxima B untuk melakukan penelitian eksplorasi eksoplanet secara langsung di medan.
Layaknya penelitian yang dilakukan oleh para astronom pada tahun tahun 1940, peneliti menyusun sebuah roket yang mana untuk mencoba mengeksplor antariksa, peneliti melakukan pengiriman beberapa hewan percobaan salah satu hewan percobaan yang terpopuler adalah hewan primata, kera dan sipanse. Primata ini di berikan nama Albert sesuai dengan proyek peluncurannya. Kemudian pada 11 juni 1948 dilakukan peluncuran pertama namun gagal, bahkan Albert tidak berhasil sampai ke luar angkasa. Setelah lima kali percobaan gagal, percobaan ke 6 membuahkan hasil Albert VI bersama 11 ekor tikus berhasil terbang hingga ketinggian 72 kilometer.Pendaratan wahana ini juga berhasil sehingga Yorrick tetap hidup saat mendarat meski akhirnya dia mati dua jam kemudian.
proses pengiriman Albert ke luar angkasa 
Setelah percobaan menembus atmosfer bumi berhasil sampai ke luar angkasa, selanjutnya  adalah sebuah program ambisius dari Uni Soviet untuk menaklukkan angkasa luar. Tonggak pertama dari program ini adalah berhasil diluncurkannya satelit pertama di dunia, Sputnik, pada 1957, diikuti oleh misi manusia pertama di angkasa luar yang berhasil menerbangkan astronot bernama Yuri Gagarin mengelilingi Bumi di luar angkasa pada 1961. Prestasi tertinggi dari program angkasa ini adalah berhasil diluncurkannya stasiun ruang angkasa (ISS). Dilanjut NASA misi Gemini pada tahun 1966 yaitu melakukan misi penerbangan antariksa melakukan perapatan dua wahana antariksa yang berawak, selanjut nya pada bulan Juli 1969 diluncurkan nya misi pendaratan Apollo 11 manusia pertama di bulan. Kemudian dilanjutkan pengiriman-pengiriman robot ke bulan untuk misi eksplorasi hingga sampai saat ini. Permisalan tersebut dapat digunakan untuk langkah awal dalam eliminasi Bumi sebagai eksoplanet layak huni.
Dengan demikian, berdasarkan gagasan yang dituangkan penulis maka para astronom diharapkan dapat sesegera mungkin melakukan misi uji coba penerbangan pesawat luar angkasa ke eksoplanet layak huni, diantaranya Trappist E, F, G, dan Proxima B. Hal tersebut di dorong oleh faktor banyaknya pertambahan penduduk yang meluas di Bumi. Maka dari itu, apabila keadaan di bumi semakin memburuk, maka setelah melakukan beberapa misi ekso planet diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan, salah satu contoh nya adalah dapat membangun stasiun transit di luar angkasa untuk manusia yang ingin melakukan kehidupan baru nya di eksoplanet layak huni, dan membangun pesawat komersil luar angkasa untuk nantinya menghantarkan manusia dari Bumi ke  eksoplanet layak huni atau sebalik nya.
Namun pada dasarnya pada kitab suci Al Qur'an telah dijelaskan bahwaselain di Bumitelah berkembang kehidupan seperti manusia . Namun hal tersebut masih di rahasiakan oleh Allah S.W.T, manusia hanya akan bisa melakukan riset-riset yang berakhir kebuntuan, karena hal tersebut sudah menjadi rahasia Allah S.W.T. Hal ini tidak di jelaskan begitu saja di dalam Al Qur'an, namun biasanya hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau ayat mutasabihat harus merangkaikan beberapa ayat yang saling menerangkan, Sebagai bahan kajian tentang dabbah(makhluk berjiwa (makhluk bernyawa)) terdapat petunjuk Allah S.W.T di dalam Al Qur'an Surat As-Syuuro (42) ayat 29 oleh Departemen Agama Pelita III/81-82:Artinya : “di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.” (QS. Asy Syuraa : 29). Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh sejumlah pihak antariksa mengenai kehidupan di luar angkasa kemungkinan kecil akanberhasil.
                                    

Wallahualam bishowab