Di dunia terdapat
beberapa lembaga antariksa, lembaga yang paling terkenal adalah NASA. NASA
(National Aeronautics and Space Adminidtration) adalah lembaga milik Negara
amerika serikat yang bertugas dalam bidang penelitian luar angkasa. NASA telah
memiliki 100 lebih misi penelitian yang telah dilaksanakan atau yang sedang
dilaksanakan. Pada ulasan kali ini penulis akan mengulas misi misi NASA
khususnya dalam bidang penelitian eksoplanet. Studi tentang eksoplanet adalah
topik terkini dalam astronomi. Penelitian eksoplanet adalah penelitian yang
dilakukan untuk mencari planet diluar tata surya kita. Para peneliti di bidang
eksoplanet saat ini telah merancang dan sedang melaksanakan beberapa misi
eksoplanet. Misi tersebut yaitu kepler misi yang telah dilaksanakan dan Gaia
misi yang masih dalam melakukan langkah awal opreasi. Kali ini penulis akan
menyampaikan pembahasan mengenai kedua misi eksoplanet tersebut.
Misi Gaia menjadi misi
luar angkasa paling ambisius di antara sekian misi luar angkasa yang ada. Gaia
adalah nama pesawat luar angkasa atau disebut dengan satelit. Satelit Gaia
dirancang khusus untuk tugas astrometri. Tugas astrometri yaitu mengukur posisi
dan jarak dari bintang dengan presisi belum pernah terjadi sebelumnya. Misi
utama Gaia adalah membuat peta tiga dimensi Galaksi Bima Sakti. Dengan menggunakan
survei lebih dari satu juta ribu Bintang, misi ini memantau sekitar 70 kali
selama 5 tahun. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan grafik posisi, jarak,
gerak, dan perubahan kecerahan dari bintang bintang yang diamati. Misi ini juga
diharapkan untuk menemukan objek penelitian Cakrawala di luar angkasa dan di
luar tata surya yang akan di teliti lebih dalam lagi, serta akan melakukan uji
coba yang ketat tentang teori umum relativitas Albert Einstein.
![]() |
| peta tiga dimensi Galaksi Bima Sakti |
Nasa menemukan lebih
dari 3.600 planet baru lewat misi antariksa. Misi NASA tersebut adalah misi
kepler. Misi kepler dirancang khusus mensurvei wilayah Galaksi Bima Sakti untuk
menemukan planet dengan ukuran planet seperti bumi dan berada di zona layak
huni. Misi ini menggunakan satelit teleskop luar angkasa buatan NASA. Satelit dan
misi Kepler diluncurkan pada tanggal 7 Maret 2009, misi Kepler sudah
berlangsung selama kurang lebih 8 tahun 10 bulan. Misi Kepler termasuk Misi
dengan total biaya yang murah yang berfokus pada sains. Dengan menggunakan
teleskop ini misi kepler telah menemukan beberapa planet layak huni. Tujuan
ilmiah misi Kepler adalah untuk mengeksplorasi struktur dan keragaman sistem planet.
Sejauh ini, sebagian besar ExoPlanet yang dideteksi oleh proyek lain adalah
exoplanet dengan ukuran sebesar planet Jupiter atau planet yang lebih besar
lagi.
Satelit Kepler atau
teleskop luar angkasa Kepler menggunakan metode transit untuk menemukan
ExoPlanet yang memiliki indikasi planet layak huni. Metode transit adalah
sebuah metode yang mengukur kedipan cahaya bintang bintang yang di sebabkan
oleh adanya planet asing yang lewat di depannya. Misi Nasa eksoplanet ini
layaknya lomba lari estafet, diibaratkan pelari dalam lomba estafet adalah
satelit eksoplanet Nasa dan tongkat estafet diibaratkan misi eksoplanet
tersebut. Karena lintasan lari dari lomba lari estafet tersebut cukup jauh atau
area dari eksoplanet sangat jauh, maka untuk menyelesaikan lomba estafet
tersebut dibutuh kan pelari yang jumlahnya tidak hanya satu, untuk saling
meneruskan tongkat estafet agar sampai di garis finish. Dengan kata lain,
tujuan dari peluncuran satelit eksoplanet berikutnya untuk lebih mengetahui
karakteristik dari eksoplanet khususnya eksoplanet layak huni. Sehinga para
astronom akan dapat terjun langsung ke eksoplanettersebut dan melakukan eksplorasi
eksoplanet lebih dalam dengan hasil penelitian yang akurat.
Misi Kepler akan
dilanjutkan oleh misi Transiting
Exoplanet Survey Satelite(TESS) yaitu misi pencarian planet transit di luar
tata surya kita. Dalam ilmu astronomi transit adalah fenomena benda langit yang
muncul untuk bergerak melintasi wajah tubuh langit lainnya. Misi TESS ini juga
menjadi misi exoplorasi astrofisika. Astrofisika adalah cabang ilmu astronomi
yang mempelajari sifat fisik dari objek astronomi. Misi utama TESS adalah
memindai atau mempelajari planet planet yang mempunyai indikasi kemiripan
dengan bumi, yang sebelumnya telah dipindai terlebih dahulu oleh satelit
kepler.
Dari hasil ulasan,
penulis telah menemukan kesamaan yang terdapat pada ke 3 misi tersebut (Gaia, Kepler,
TESS). Kontras dari ketiga misi tersebut adalah upaya dalam pengeksplorasi
planet-planet diluar tata surya kita, untuk menemukan planet-planet yang memiliki
kemiripan dengan Bumi. Maksud dari pencarian planet mirip Bumi adalah untuk
memenuhi semua persyaratan yang ada agar manusia dapat hidup dengan sempurna.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh planet layak huni yang pertama adalah
massa suatu planet haruslah bermassa yang cukup berat agar gaya gravitasinya
dapat membuat zat-zat dan air yang ada di dalamnya dapat terus-menerus
menyentuh permukaan planet. Jika masa terlalu ringan maka yang terjadi adalah
gaya gravitasinya akan melemah, sehingga mengakibatkan zat-zat dan air di planet
tersebut berterbangan kemana-mana dan sebaliknya.
Kedua, jarak planet
dari bintang induknya. Jika jarak planet terlalu dekat dengan bintang induknya
maka suhu planet tersebut terlalu panas untuk kehidupan. Jika terlalu jauh
dengan planet induknya maka suhu planet tersebut terlalu dingin untuk dihuni
manusia atau kehidupan lainnya.
Ketiga, unsur atmosfer.
Unsur atmosfer dari suatu planet layak huni haruslah tepat. Unsur-unsur yang
tepat mampu membantu menunjang kehidupan manusia di planet tersebut dengan
lancar. Unsur-unsur tersebut harus mengandung unsur oksigen, metana, dan
nitrogen. Jika unsur atmosfer tidak sesuai, maka udara yang ada di dalam planet
tersebut beracun untuk kehidupan manusia di Planet tersebut.
Keempat, medan magnet.
Medan magnet yang ada pada planet layak huni haruslah kuat. Medan magnet
tersebut berfungsi sebagai anti radiasi atau pemantul radiasi dari bintang
induk dan angin bintang. Jika medan magnet melemah maka angin bintang tersebut
dapat merusak atmosfer yang mana radiasi bintang induk dapat masuk menembus
atmosfer tersebut dan permukaan planet tersebut terpapar secara langsung oleh
radiasi bintang induk, dan dapat membakar atau merusak kehidupan yang ada.
Kelima, jarak planet
dari pusat galaksi. Jika suatu planet letak nya terlalu dekat dengan pusat
galaksi, maka akan membahayakan kehidupan yang ada di dalam nya. Karena
terpapar radiasi inti dari pusat galaksi yang terlalu tinggi.
Sedangkan yang keenam,
planet harus bermasa padat. Suatu planet harus bermasa padat agar kehidupan
yang ada didalam nya dapat berpijak di planet tersebut. Itulah pokok
persyaratan yang harus dimiliki suatu planet jika ingin dihuni manusia atau
kehidupan lainnya.
Dari persyaratan di
atas, terdapat beberapa planet hasil temuan dari satelit milik NASA dan lembaga
antariksa lain nya, yang memenuhi persyaratan tersebut. Disini penulis akan
mendeskripsikan empat planet temuan satelit milik NASA yang terindikasi mirip
seperti Bumi.
![]() |
| planet Proxima B |
Kedua, Trappist-1.
Trappist-1 sebenarnya bukanlah nama sebuah planet, melainkan nama dari sebuah
sistem tatasurya eksoplanet. Yang terletak relative dekat dengan tata surya
kita, di rasi bintang aquarius yang berjarak 40 tahun cahaya(235 trilyun mill)
dari bumi. Di dalam tata surya Trappist-1 terdapat 7 planet yang mengorbit pada
bintang induk yang bernama Trappist-1 star yaitu planet Trappist B, C, D, E, F,
G, H, dan I. Bintang induk tersebut merupakan sebuah bintang kerdil
ultradingin, dengan kelas spektral M8,0 ± 0,5, yang
kira-kira 8% massa dan 11% radius dari Matahari.
Temperaturnya 2550 K dan
sedikitnya berusia 500 juta tahun.Sebagai perbandingan, Matahari berusia
sekitar 4,6 miliar tahun dan memiliki temperatur 5778 K. Terdapat dua
planet mengorbit sangat dekat dengan
Trappist-1 star yaitu Trappist C dan Trappist D, meskipun kedua planet
tersebut mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya kandungan air di dalam
kedua planet tersebut tetap ada itulah alasan mengapa bintang induk ini disebut
sebuah bintang kerdil
ultra dingin. Trappist-1 star memiliki temperatur
yang tidak terlalu panas, namun dapat membuat 6 planet terdekatnya tetap
hangat. Di dalam system tata surya Trappist-1 hanya terdapat 3 planet layak
huni, yaitu Trappist E, F, G. disini penulis akan mendiskripsikan ketiga planet
tersebut
Ketiga Trappist E.
Jarak planet ini dari bumi yaitu 39,46 tahun cahaya. Jarak planet Trappist E ke
bintang induknya berjarak 0,028 AU. Trappist E berada di zona layak huni di
dalam sistem tata surya trappist-1. Planet ini memiliki ukuran Sama persis
dengan bumi. Trappist E memiliki massa yang mirip seperti bumi. Planet ini
memiliki periode orbit 144 jam. Suhu dari planet trappist E bersuhuequilibrium
251,3 K. Radius planet Trappist Esekitar 0,92 R☉
dengan massa 0,62 M☉. Nilai tersebut
memungkinkan menghitung nilai gravitasi nya menjadi 7,22 m/s 2, nilai gravitasi tersebut 74% dari nilai
gravitasi di bumi.
Keempat Trappist F.
Trappist F adalah planet ekstra surya terletak di dalam sistem tata surya
Trappist-1. Planet ini menjadi planet ke 5 dari urutan 7 planet yang terdapat
di Trappist-1. Planet ini memiliki ukuran mirip dengan bumi, Dan komposisi
planet Trappist F Ini kemungkinan bebatuan. Planet Trappist F memiliki
keseimbangan suhu 219 K. Planet Trappist F memiliki radius 1,04 R☉.
Massa dari planet ini masih belum diketahui pasti, tetapi berdasarkan pada
ukuran massa planet Trappist F sekitar 0,68 M☉.
Planet ini memiliki periode orbit sekitar 206 hari dan orbital radius sekitar
0,037 × dari bumi.
Kelima Trappist G. Trappist
G adalah planet yang terakhir menduduki zona layak huni di tata surya
Trappist-1 Trappist G memiliki suhu equilibrium 198,6 K. Massa Trappist G 1,34
Masa dari bumi dengan radius planet 1,13 R☉,
menghasilkan gravitasi permukaan yang diperkirakan sebesar 10,3 m/s 2 , dengan kerapatan 5,13 g/cm 3. Trappist G memiliki periode orbit sekitar
12,353 hari dan radius orbit sekitar 0,045 satu kali dari bumi. Hal tersebut
merupakan batas luar zona layak huni Trappist-1. Jarak Trappist G dari bintang
induknya adalah berjarak 0,045 AU. Orbit TRAPPIST-1g memiliki
eksentrisitas 0,003, jauh lebih rendah daripada Bumi. Orbitnya bervariasi
hanya sekitar 41.000 kilometer (dibandingkan dengan sekitar 5 juta km untuk
Bumi), yang mungkin membuat iklim planet ini sangat stabil.
Sebagai pembanding dari
eksoplanet yang telah dipaparkan dengan keadaan di Bumi. Penulis akan
mendeskripsikan kedaan fisik di Bumi. Bumi merupakan planet ketiga dari
tatasurya kita. Bumi disebut sebagai planet dunia atau planet biru. Periode
orbit bumi membutuhkan waktu ± 8,760 jam dengan kecepatan rata rata 107,2
km/jam, Bumi memiliki jari jari 6371 km dengan luas permukaan 510.072.000 km2yang memiliki masa 597.219 ×1024 kg. sedangkan komposisi Bumi terdiri dari
30,1% oksigen, 32,1% besi, 15,1% silicon, 13,9% magnesium, 2,9% belerang, 1,8 %
nikel, 1,5% kalsium, 1,4% alumunium, dan 1,2% unsur lainnya serta 12.900 km2uap air atau setara dengan 264 milyar
galon. Bumi memiliki kuat medan magnet antara 25 singga 65 mikrotesla(satuan
internasional dengan symbol T dari intensitas magnet). Radius dari bumi
berkisar 6.371 km dengan jarak Bumi ke bintang induk berjarak 149,6 juta km.
gaya gravitasi Bumi adalah 9,807 m/s 2, suhu rata rata Bumi adalah 288 sampai 330
K. kerapatan yang dimiliki Bumi sekisar 5,51 g/cm 3.
Untuk menelusuri dan
mengidentifikasi lebih dalam eksoplanet layak huni seperti Trappist E, F, G, dan Proxima B
maka penulis memiliki gagasan berupa system eliminasi dalam eksoplanet. Inovasi
tersebut bertujuan agar mampu mengklarifikasi planet selain bumi sebagai planet
layak huni. Dilakukan dengan cara mengirimkan responden pertama berupa robot
atau sipanse untuk mengatur dan mengujicoba jalur peluncuran pesawat luar
angkasa ke Trappist E, F, G, dan Proxima B untuk melakukan penelitian
eksplorasi eksoplanet secara langsung di medan.
Layaknya penelitian yang
dilakukan oleh para astronom pada tahun tahun 1940, peneliti menyusun
sebuah roket yang mana untuk mencoba mengeksplor antariksa, peneliti melakukan
pengiriman beberapa hewan percobaan salah satu hewan percobaan yang terpopuler
adalah hewan primata, kera dan sipanse. Primata ini di berikan nama Albert
sesuai dengan proyek peluncurannya. Kemudian pada 11 juni 1948 dilakukan
peluncuran pertama namun gagal, bahkan Albert tidak berhasil sampai ke luar
angkasa. Setelah lima kali percobaan gagal, percobaan ke 6 membuahkan
hasil Albert VI bersama 11 ekor tikus berhasil terbang hingga ketinggian
72 kilometer.Pendaratan wahana ini juga berhasil sehingga Yorrick tetap hidup
saat mendarat meski akhirnya dia mati dua jam kemudian.
![]() |
| proses pengiriman Albert ke luar angkasa |
Dengan demikian,
berdasarkan gagasan yang dituangkan penulis maka para astronom diharapkan dapat
sesegera mungkin melakukan misi uji coba penerbangan pesawat luar angkasa ke
eksoplanet layak huni, diantaranya Trappist E, F, G, dan Proxima B. Hal
tersebut di dorong oleh faktor banyaknya pertambahan penduduk yang meluas di
Bumi. Maka dari itu, apabila keadaan di bumi semakin memburuk, maka setelah
melakukan beberapa misi ekso planet diharapkan dapat memberikan hasil yang
memuaskan, salah satu contoh nya adalah dapat membangun stasiun transit di luar
angkasa untuk manusia yang ingin melakukan kehidupan baru nya di eksoplanet
layak huni, dan membangun pesawat komersil luar angkasa untuk nantinya
menghantarkan manusia dari Bumi ke
eksoplanet layak huni atau sebalik nya.
Namun pada dasarnya
pada kitab suci Al Qur'an telah dijelaskan bahwaselain di Bumitelah berkembang kehidupan
seperti manusia . Namun hal tersebut masih di rahasiakan oleh Allah S.W.T,
manusia hanya akan bisa melakukan riset-riset yang berakhir kebuntuan, karena
hal tersebut sudah menjadi rahasia Allah S.W.T. Hal ini tidak di jelaskan begitu
saja di dalam Al Qur'an, namun biasanya hal-hal yang berkaitan dengan ilmu
pengetahuan atau ayat mutasabihat harus merangkaikan beberapa ayat yang saling
menerangkan, Sebagai bahan kajian tentang dabbah(makhluk berjiwa (makhluk bernyawa)) terdapat petunjuk Allah S.W.T di
dalam Al Qur'an Surat As-Syuuro
(42) ayat 29 oleh Departemen Agama Pelita III/81-82:Artinya : “di antara
(ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan
makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa
mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.” (QS. Asy Syuraa : 29). Maka
dari itu, dapat dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh sejumlah pihak
antariksa mengenai kehidupan di luar angkasa kemungkinan kecil akanberhasil.
Wallahualam
bishowab






