Perubahan
iklim yang tidak menentu mendorong Konvensi Kerangka
Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim
(UNFCCC) membuat program yang bernama REDD + (Reducing Emission from Deforestation
and Degradation). REDD + adalah langkah-langkah yang didesain untuk
mengurangi emisi gas dari rumah kaca yang disebabkan dari deforestasi (kegiatan
penggundulan hutan besar besaran untuk pengalih fungsian lahan) dan degradasi
hutan (kegiatan manusia yang cenderung merusak lahan hutan).
Program REDD + telah
diapresiasikan penuh oleh pemerintah Indonuesia, karena Indonesia adalah Negara berkembang urutan
kedua ditinjau dari luas wilayah hutannya dengan luas kawasan hutan nya 884.950
Km² dan menjadi urutan
kesembilan dari wilayah hutan terluas di dunia. Pada kesempatan ini penulis
akan mengulas tentang hutan di daerah kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo,
Jawa Timur. Ngrayun terkenal dengan tanaman utamanya yaitu pohon pinus. Di Desa
Binade Kecamatan Ngrayun, terdapat hutan pinus milik dinas perhutanan dengan total
luas hutan 240.16 ha. Akan tetapi, potensi hutan pinus diNgrayun tidak maksimal
karena Pohon pinus di hutan rakyat dimanfaatkan kayunya untuk dijual atau untuk
bahan pembuatan tusuk gigi dan stik eskrim. Sistem ini mengakibatkan kerugian
besar bagi pemilik lahan, pasalnya tanaman pada lahan tersebut ditebang untuk
disetorkan kayunya kepada pabrik untuk diolah. Sehingga kondisi hutan rakyat
akan semakin memburuk. Hal ini berdampak langsung terhadap lingkungan, seperti
naiknya temperature dari hilangnya tumbuh-tumbuhan akibat dari degradasi lahan. Hilangnya
spesies makhluk hidup karena habitat berkurang. Selain itu, masyarakat lokal
melakukan pembakaran lahan secara menyeluruh dengan tujuan untuk membersihkan
tanaman-tanaman tersisa dari penebangan pohon pinus. Cara tersebut berdampak
buruk bagi lingkungan, seperti punahnya keanekaragaman
hayati berupa satwa maupun tanaman obat, ancaman banjir dimusim
penghujan dan kekeringan saat kemarau. Selain itu, akibat dari
deforestasi mengakibatkan perubahan iklim yang membuat cuaca berubah
tidak menentu.
Dari latar belakang di atas muncul beberapa langkah inovasi
dalam pengoptimalan kearifan pohon pinus di Ngrayun yang dilakukan dengan
beberapa metode.
Metode pertama yaitu pemanfaatan hutan rakyat dengan metode
sadap rakyat. Sistem sadap getah pinus hanya dilakukan oleh fihak dinas
perhutani. Namun, dalam system ini pohon pinus milik masyarakat lokal akan
lebih terfokuskan pada memanfaatkan getah pohonnya, agar sistem tebang pohon
dapat dialihkan menjadi sistem sadap rakyat. System sadap rakyat ini sama
sekali belum digunnakan di indonesia. Dalam pemasarannya getah pinus hasil
sadap masyarakat lokal tersebut dapat dijual degan harga Rp 7.000 per kilogram.
Jika kita kalkulasi, petani dengan jumlah pohon 80 batang dan jumlah batok 200
maka petani hutan rakyat dapat menyadap sejumlah 480 kilogram dalam setiap
tahun nya, dan akan mendapatkan income sejumlah Rp 3.360.000 tiap tahun. Sistem
sadap rakyat ini tentu lebih efisien dan ramah lingkungan jika dibandingkan
dengan sistem tebang pohon, para petani dapat meggunakan stimulan berupa H2SO4
dengan cara di semprotkan cairan itu ke daerah yang telah dikelupas kulit pohon
nya untuk diambil getahnya.
![]() |
| http://fmuenggalmulyo.blogspot.co.id/ |
Dalam hal ini, untuk memajukan system sadap rakyat, fihak
perhutani di kabupaten Ponorogo telah membuat sertifikat Verifikasi Legalitas
Kayu (SVLK) yang satu-satunya diakui oleh dunia tentang pengelolaan hutan
rakyat. Pabrik -pabrik mabel terbesar milik unieropa seperti IKEA telah
memiliki kewajiban khusus yaitu mengharuskan mengambil bahan bakunya yang
bersertifikasi. Apabila sistem sadap rakyat ini sudah berhasil, maka untuk
mempermudah mengatur hutan sadap rakyat kita dapat menggukan inovasi pada
metode kedua.
Metode kedua yaitu memanfaatkan aplikasi, sebuah aplikasi
berbasis desktop yang berfungsi menghimpun database untuk disajikan secara
cepat, apilikasi ini akan menghitung data pohon yang akan diinventarisasikan
untuk diolah getah nya. Setelah semua pohon pinus diinventarisasikan, maka
secara langsung petani pohon pinus dapat mengotrol lahannya menggunakan aplikasi,
Jadi dalam aplikasi tersebut petani sadap rakyat harus mendaftarkan diri dengan
memasukkan sejumlah data lapangan seperti luas lahan, jumlah pohon pinus yang
layak sadap, jumlah tempurung penampung getah pinus pada saat proses
penyadapan, jumlah penggarap lahan, ID petani atau nomor punggung petani, NIK
berbais KTP, nama dan alamat berbasis KTP, dan nomor persil atau nomor lahan ke
dalam database, jumlah setoran getah dan tanggal setoran getah.
Sistem menagemen pohon ini sangat praktis dan efisien melebihi
sistem menagemen pohon milik dinas terkait, karena kita tidak perlu terjun ke
lapangan untuk memprediksi hasil panen dari sadap rakyat, sehigga para petani
dapat menggunakan managejement perkebunan dengan praktis. Selain itu, aplikasi
tersebut dapat digunakan untuk membantu menjaga kearifan pohon pinus di
Ngrayun, dengan cara mengurangi jumlah kegiatan tebang pohon pinus. Hal
tersebut dapat mengangkat citra petani hutan di daerah ngrayun di mata nasional
bahkan hingga internasional. Dari data potensi hasil hutan bukan kayu di
kecamatan Nrayun kabupaten Ponorogo pada tahun 2017 telah diketahui bahwa masih
terdapat 574.561.56 batang pohon pinus di daerah Ngrayun yang belum
diinventarisasikan.
Metode ketiga dengan menjadikan kawasan wisata edukasi. Dengan
dijadikannya daerah edukasi lingkugan, maka akan semakin menjaga lingkungan
yang telah diperbaiki dengan system REDD +. Inovasi ini diciptakan untuk mempelajari
bagaimana cara-cara mengolah pohon pinus dengan baik dan benar. Selain itu
dampak positif lainnya yaitu dapat meningkatkan income untuk pemeritah daerah
kabupaten serta dapat memberikan pelajaran pelajaran penting untuk dipelajari
oleh para generasi penerus agar kondisi alam disegala daerah di Indonesia
khusus nya daerah ngrayun tetap terjaga kelestariannya.
Dengan berhasilnya didirikan daerah wisata edukasi di Ngrayun
tentu dapat langsung akan mendorong pembangunan sektor lain untuk medukung jalannya
kegiatan pariwisata tersebut, seperti adanya pariwisata maka
disekitar tempat wisata juga akan dibangun suatu penginapan atau hotel.
Metode terakhir dengan menjual udara bersih. Langkah ini
dilakukan setelah system
sadap rakyat berhasil dilakukan. Dengan berhasilnya
system sadap rakyat tersebut maka terciptalah ingkungan bebas dari polusi
udara. Penulis ingin memanfaatkan udara yang telah diolah secara baik oleh
hutan sadap rakyat, akibat dari tumbuhan di dalamnya mampu
memproduksi oksigenn. Sehingga udara menjadi bertambah bersih, tidak mudah
tercemar, dan bisa dihirup oleh mahkluk hidup lainnya, serta akan terhindar
dari penyebab pemanasan global. Udara bersih tersebut dikemas menggunakan
wadah dan kantung plastik, dengan cara berjalan di kawasan hutan sadap rakyat
yang jauh dari polusi udara. Pemasaran udara bersih tersebut ditujukan ke
daerah nasional dan internasional yang
memiliki tingkat polusi udara tinggi. Dengan demikian diharapkan hasil
alam dari hutan sadap rakyat ini dapat menjadi bahan untuk diekspor ke luar
negeri.
![]() |
| polusi udara semakin memburuk di cina |
![]() |
| udara bersih di perlukan di cina |
Dengan demikian, apabila ketiga inovasi tersebut mampu dan
berhasil diterpkan maka system REDD + yang berjalan di kecamatan Ngrayun telah berhasil dalam membantu mengurangi
perubahan iklim Cara tersebut dilakukan dengan mengurangi emisi bersih gas
rumah kaca melalui konservasi hutan pinus yang disempurnakan. Keberhasilan
hutan sadap rakyat akan berdampak besar bagi lingkungan maupun masyarakat.
Kearifan pohon pinus ini akan terjaga akibat dari masyarakat yang lebih memanfaatkan
getahnya dari pada kayu dari pohon pinus.Selain
itu, kondisi ekonomi di daerah Ngrayun otomatis akan semakin meningkat, karena
terdapat sumber produksi baru serta tingkat taraf hidup masyarakat Ngrayun
semakin baik akibat dari pelestarian hutan. Supaya pengontrolan hutan sadap
rakyat menjadi mudah dan praktis, maka muncul bebagai inovasi yaitu penggunaan
aplikasi yang dirancang khusus untuk petani hutan pinus. Aplikasi tersebut
memiliki tujuan supaya produksi getah menjadi optimal. Setelah sistem sadap rakyat ini berhasil dijalankan,
maka dapat menjadikan Negara Indonesia sebagai pionir dari sistem REDD +. Sistem
sadap rakyat berbasis aplikasi ini patut dijadikan model dengan cara menjadikan
kawasan hutan sadap rakyat menjadi kawasan wisata edukasi agar masyarakat dapat
mempelajari sistem ini dan dapat berkembang di segala daerah demi menjaga
kearifan hutan di Indonesia maupun dunia.



