Minggu, 18 Maret 2018

Memajukan Sektor Pertanian Indonesia Dengan Mendoktrin Generasi Emas Garuda


Indonesia merupakan sebuah negara yang mengedepankan dunia pertaniannya atau bisa disebut sebagai negara agraris. Secara astronomis, Indonesia terletak pada 6o LU (Lintang Utara) - 11o LS (Lintang Selatan) dan 95o BT (Bujur Timur) - 141o BT (Bujur Timur). Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia terletak di kawasan yang dilewati garis katulistiwa, sehingga mengakibatan Indonesia mengalami iklim tropis dan memiliki tanah yang subur. Hal tersebut mendorong Indonesia menjadi Negara dengan sektor pertaniannya yang makmur, sektor tersebut berfungsi sebagai ujung tombak perekonomian Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara agraris terbesar di dunia.
            Namun, pada faktanya sistem pertanian di Indonesia tidak berjalan dengan baik, hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian khusus oleh pemerintah Indonesia terhadap dunia pertaniannya. Pada negara tetangga seperti Jepang, Cina, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat para petaninya mendapat perhatian khusus dari pihak pemerintah seperti pemberian apresiasi dan pemberian subsidi terhadap inovasi-inovasi yang diciptakan  untuk memajukan sektor pertaniannya, sehingga Negara tersebut memiliki sistem dan pengolahan  lahan pertanian yang sangat baik dan membuat dunia pertanian mereka menjadi lebih maju dari pada Indonesia meskipun mereka tidak memiliki lahan pertanian subur seperti Indonesia.
            Ironisnya, pihak pemerintah Indonesia khususnya menteri pertanian tidak memberikan respon terhadap masalah tersebut. Hal ini akan berdampak buruk bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Selain itu, masih terdapat beberapa masalah dalam bidang pertanian yang disebabkan karena kesalahan sistem yang berlaku untuk mengatur dunia pertanian indonesia, sebagai contoh kasusnya adalah kebijakan pemerintah terkait impor beras. Dari kasus tersebut terdapat indikasi maladministarasi dalam praktik impor beras, seperti penugasan impor yang diberikan kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan bukan kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG). Pada dasarnya Perum BULOGlah yang mengambil kebijakan terkait dengan impor beras sejumlah 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.    
https://nasional.kompas.com/read/2017/11/21/13380781/ombudsman-temukan-tindakan-maladministrasi-dalam-kasus-beras-pt-ibu
Kondisi tersebut membuat harga produk pertanian di Indonesia tidak stabil, khususnya beras. Selain itu, para petani tidak mendapatkan pendapatan yang memadai untuk mencukupi kebutuhan keseharia nya. Sehingga berdampak langsung terhadap minat generasi garuda Indonesia untuk menjadi petani di masa depan. Berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani dimasa depan telah menjadi masalah serius saat ini. Dalam waktu belakangan ini banyak mahasiswa lulusan falkutas pertanian yang bekerja di bidang perbankan. Fenomena ini terjadi akibat lulusan falkutas pertanian yang tidak tertarik ke dunia pertanian karena alasan pendapatan para petani. Pendapatan para petani tidak memadai karena pemerintah menginginkan harga produk pertanian rendah, sehingga membuat pendapatan petani terus menurun.
grafik sektor investasi asing di Indonesia
Apabila dimasa mendatang para petani di Indonesia semakin berkurang atau menjadi semakin langka, maka seluruh sistem pertanian di Indonesia akan diambil alih oleh investor luar negeri yang mengelola pertaniannya di Indonesia. Dengan kata lain Indonesia akan dijajah kembali oleh investor luar negeri apabila sistem pertanian di Indonesia menjadi lumpuh. Untuk mengatasi penjajahan yang akan terjadi di masa mendatang, penulis memberikan solusi menggunakan beberapa metode yang patut dijalankan oleh kementerian pertanian, dengan harapan solusi ini dapat diaplikasikan secara merata dan dapat memperbaiki perkembangan Indonesia di bidang pertanian.
Metode pertama yang dapat dilakukan oleh kementerian pertanian adalah mengubah pola fikir generasi muda. Maksud dari metode ini yaitu mengubah pola fikir generasi muda menjadi lebih berorientasi ke dunia pertanian yang sebelumnya telah terdoktrin sejak kecil untuk berorientasi ke dunia pekerjaan di belakang meja atau menjadi pegawai kantoran. Pengarahan pola fikir generasi muda menjadi lebih berorientasi ke dunia pertanian dapat dilakukan dengan cara pengadaan program sosialisasi yang diselenggarakan oleh kementerian pertanian yang dilaksanakan secara serentak nasional, sosialisasi ini akan difokuskan kepada kaum pelajar dari kalangan SMP hingga SMA dan pelajar di kalangan perguruan tinggi khususnya dalam falkutas pertanian di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi atau mensosialisasikan mengenai keadaan dunia pertanian yang ada di Indonesia saat ini, agar para pelajar khususnya di tingkat SMP atau SMA sederajat memiliki gambaran atau penegetahuan tentang potensi pertanian yang ada di negara Indonesia, dan membuat mereka merasa tertarik untuk menjadi petani di masa depan untuk mampu merawat dan mengolah SDA Indonesia. Selain itu di targetkan mahasiswa-mahasiswi falkuatas pertanian akan lebih berkontribusi terhadap dunia pertanian di Indonesia dengan menyumbangkan inovasi terkini untuk lebih memajukan sistem pertanian di Indonesia.
sosialisasi wajib pajak oleh kementrian keuangan dilakukan serentak nasional  
Setelah semua target dari program sosialisasi yang diadakan oleh kementerian pertanian RI tercapai, target selanjutnya yang harus dicapai yaitu memunculkan inovasi-inovasi generasi muda khususnya di dunia pertanian Indonesia dengan cara pengadaan lomba atau olimpiade  karya tulis ilmiah atau LKIR (Laporan Karya Ilmiah Remaja) oleh kementerian perhutani mulai dari jenjang SMP sampai perguruan tinggi. Hal tersebut tentu akan memicu para generasi muda Indonesia untuk berlomba lomba menciptakan inovasi terkini demi memajukan dunia pertanian di Indonesia. Terdapat point penting tersendiri dalam langkah ini, yaitu kemunculan inovasi terkini dapat di berdayakan di masyarakat khususnya para petani di daerah lokal maupun luar daerah, dalam penjelasan tersebut tentu dalam perlombaan atau olimpiade ini tidak hanya mencari inovasi yang terbaik saja, namun melaksanakan atau memberdayakan inovasi yang berguna di dunia pertanian lingkup setiap daerah, dan inovasi yang terbaik akan diberdayakan merata ke seluruh daerah di Indonesia.
Setelah generasi muda Indonesia berhasil menciptakan banyak inovasi untuk dunia pertanian di Indonesia, maka metode kedua baru dapat dijalankan oleh kemntrian pertanian. Fokus pada metode kedua ini yaitu memberikan citra baik kepada para petani Indonesia. Pada faktanya petani di Indonesia saat ini telah dipandang sebelah mata oleh masyarakat lokal Indonesia sendiri. Untuk mencegah hal tersebut terjadi berkelanjutan, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh kementerian pertanian pada metode kedua ini. Langkah awal pada metode kedua ini yaitu melakukan seleksi terhadap inovasi-inovasi yang telah diciptakan oleh generasi muda, di setiap jenjang pendidikannya. Setalah berhasil tersaring inovasi terbaik, tugas kementerian pertanian berikutnya yaitu mengaplikasikan inovasi tersebut ke daerah yang memiliki potensi pertanian yang tinggi.
peralatan pertanian yang canggih lebih efisien
Selain itu kementerian pertanian dapat menjalin kerjasama secara langsung dengan universitas manapun khususnya falkutas pertanian, maksud dari kerjasama secara langsung yaitu penyubsidian terhadap inovasi inovasi yang akan diaplikasikan ke lapangan demi meningkatkan produktifitas pertanian dan memperbaharui sistem pertanian di Indonesia. Dampak dari kerjasama ini tentu berdampak langsung terhadap dunia pertanian di Indonesia, pemberbaharuan sisitem pertanian di Indonesia akan sering dilakukan demi meningkatkan mutu pertanian. Faktor kesuksesan pertanian tak luput dari penunjang-penunjangnya, salah satunya yaitu alat pertanian. Dari mulai alat yang kecil hingga yang besar. Dibutuhkan bantuan dari pemerintah secara fisik berupa peralatan tani yang lebih modern atau canggih dalam pengoptimalan kinerja para petani di Indonesia. Peralatan yang modern akan membuat waktu dan tenaga dalam bertani lebih efektif serta meningkatkan jumlah produktifitas dan kualitas hasil pertanian.
Telah kita ketahui bahwa kunci permasalahan dalam dunia pertanian Indonesia adalah berkurangnya minat generasi muda bangsa dalam memajukan dunia pertanian. Maka dari itu penulis memberikan solusi dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi pada dunia pertanian Indonesia dengan membangkitkan minat generasi muda dalam memajukan  dunia pertanian indonesia. Apabila minat para generasi muda dalam pengoptimalan dunia pertanian di Indonesia berasil dibangun, maka sumber daya alam (SDA) Indonesia akan terjaga dari para investor luar negeri yang ingin mengambil kekayaan alam yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, inovasi-inovasi yang diciptakan para generasi muda khususnya dalam bidang pertanian akan membuat dunia pertania Indonesia menjadi lebih maju dan berani bersaing di lingkup dunia internasional.

Senin, 12 Maret 2018

Perkenalan


Penulis                 : Ragastra Haryo Wijanarko

Alamat                 : JL. Puspowarno NO. 92, Mangkujayan, Ponorogo, Jawa Timur.

Contac person     : +62 812-1670-2184

Email                   : r.haryo.woo7@gmail.com

Sekolah                : SMA Negeri 2 Ponorogo 

Deskripsi             : Blog dengan slogan ‘’Your Reading Parter’’ ini di ciptakan untuk memberikan daya literasi baca kepada masyarakat Indonesia khususnya bagi generasi muda agar selalu dapat membuka minat bacanya dan selalu memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu ilmu yang berguna bagi bangsa. Ragastra bermaksud mendorong antusias teman sekalian untuk selalu bersaing dalam dunia literasi, hal ini dilakukan sebagai simbol kepedulian Ragastra terhadap tingkat literasi atau minat baca di Indonesia yang masih tergolong sangat rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga. Selain itu, diharapkan Raga Blog ini dijadikan sebagai sumber dasar-dasar penelitian berikutnya untuk menunjang inovasi aktual yang diciptakan oleh generasi muda khususnya dari siswa-siswi SMA Negeri 2 Ponorogo.