Indonesia
merupakan sebuah negara yang mengedepankan dunia pertaniannya atau bisa disebut
sebagai negara agraris. Secara astronomis, Indonesia terletak pada 6o LU
(Lintang Utara) - 11o LS (Lintang Selatan) dan 95o BT (Bujur Timur) - 141o BT (Bujur Timur). Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia terletak
di kawasan yang dilewati garis katulistiwa, sehingga mengakibatan Indonesia
mengalami iklim tropis dan memiliki tanah yang subur. Hal tersebut mendorong Indonesia
menjadi Negara dengan sektor pertaniannya yang makmur, sektor tersebut
berfungsi sebagai ujung tombak perekonomian Indonesia dan menjadikan Indonesia
sebagai negara agraris terbesar di dunia.
Namun, pada faktanya sistem pertanian di Indonesia tidak berjalan
dengan baik, hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian khusus oleh pemerintah
Indonesia terhadap dunia pertaniannya. Pada negara tetangga seperti Jepang,
Cina, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat para petaninya mendapat perhatian
khusus dari pihak pemerintah seperti pemberian apresiasi dan pemberian subsidi
terhadap inovasi-inovasi yang diciptakan untuk memajukan sektor pertaniannya, sehingga
Negara tersebut memiliki sistem dan pengolahan lahan pertanian yang sangat baik dan membuat
dunia pertanian mereka menjadi lebih maju dari pada Indonesia meskipun mereka
tidak memiliki lahan pertanian subur seperti Indonesia.
Ironisnya, pihak pemerintah Indonesia khususnya menteri
pertanian tidak memberikan respon terhadap masalah tersebut. Hal ini akan
berdampak buruk bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Selain
itu, masih terdapat beberapa masalah dalam bidang pertanian yang disebabkan
karena kesalahan sistem yang berlaku untuk mengatur dunia pertanian indonesia,
sebagai contoh kasusnya adalah kebijakan pemerintah terkait impor beras. Dari kasus
tersebut terdapat indikasi maladministarasi dalam praktik impor beras, seperti penugasan
impor yang diberikan kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan
bukan kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG). Pada dasarnya Perum BULOGlah yang mengambil kebijakan terkait
dengan impor beras sejumlah 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.
![]() |
| https://nasional.kompas.com/read/2017/11/21/13380781/ombudsman-temukan-tindakan-maladministrasi-dalam-kasus-beras-pt-ibu |
Kondisi tersebut membuat harga produk pertanian di
Indonesia tidak stabil, khususnya beras. Selain itu, para petani tidak
mendapatkan pendapatan yang memadai untuk mencukupi kebutuhan keseharia nya. Sehingga
berdampak langsung terhadap minat generasi garuda Indonesia untuk menjadi
petani di masa depan. Berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani
dimasa depan telah menjadi masalah serius saat ini. Dalam waktu belakangan ini banyak
mahasiswa lulusan falkutas pertanian yang bekerja di bidang perbankan. Fenomena
ini terjadi akibat lulusan falkutas pertanian yang tidak tertarik ke dunia
pertanian karena alasan pendapatan para petani. Pendapatan para petani tidak
memadai karena pemerintah menginginkan harga produk pertanian rendah, sehingga membuat
pendapatan petani terus menurun.
| grafik sektor investasi asing di Indonesia |
Apabila dimasa mendatang para petani di Indonesia
semakin berkurang atau menjadi semakin langka, maka seluruh sistem pertanian di
Indonesia akan diambil alih oleh investor luar negeri yang mengelola pertaniannya
di Indonesia. Dengan kata lain Indonesia akan dijajah kembali oleh investor
luar negeri apabila sistem pertanian di Indonesia menjadi lumpuh. Untuk
mengatasi penjajahan yang akan terjadi di masa mendatang, penulis memberikan
solusi menggunakan beberapa metode yang patut dijalankan oleh kementerian
pertanian, dengan harapan solusi ini dapat diaplikasikan secara merata dan
dapat memperbaiki perkembangan Indonesia di bidang pertanian.
Metode pertama yang dapat dilakukan oleh kementerian
pertanian adalah mengubah pola fikir generasi muda. Maksud dari metode ini
yaitu mengubah pola fikir generasi muda menjadi lebih berorientasi ke dunia
pertanian yang sebelumnya telah terdoktrin sejak kecil untuk berorientasi ke
dunia pekerjaan di belakang meja atau menjadi pegawai kantoran. Pengarahan pola
fikir generasi muda menjadi lebih berorientasi ke dunia pertanian dapat
dilakukan dengan cara pengadaan program sosialisasi yang diselenggarakan oleh
kementerian pertanian yang dilaksanakan secara serentak nasional, sosialisasi
ini akan difokuskan kepada kaum pelajar dari kalangan SMP hingga SMA dan
pelajar di kalangan perguruan tinggi khususnya dalam falkutas pertanian di
seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi atau
mensosialisasikan mengenai keadaan dunia pertanian yang ada di Indonesia saat
ini, agar para pelajar khususnya di tingkat SMP atau SMA sederajat memiliki
gambaran atau penegetahuan tentang potensi pertanian yang ada di negara Indonesia,
dan membuat mereka merasa tertarik untuk menjadi petani di masa depan untuk
mampu merawat dan mengolah SDA Indonesia. Selain itu di targetkan
mahasiswa-mahasiswi falkuatas pertanian akan lebih berkontribusi terhadap dunia
pertanian di Indonesia dengan menyumbangkan inovasi terkini untuk lebih
memajukan sistem pertanian di Indonesia.
![]() |
| sosialisasi wajib pajak oleh kementrian keuangan dilakukan serentak nasional |
Setelah semua target dari program sosialisasi yang
diadakan oleh kementerian pertanian RI tercapai, target selanjutnya yang harus
dicapai yaitu memunculkan inovasi-inovasi generasi muda khususnya di dunia
pertanian Indonesia dengan cara pengadaan lomba atau olimpiade karya tulis ilmiah atau LKIR (Laporan Karya
Ilmiah Remaja) oleh kementerian perhutani mulai dari jenjang SMP sampai
perguruan tinggi. Hal tersebut tentu akan memicu para generasi muda Indonesia
untuk berlomba lomba menciptakan inovasi terkini demi memajukan dunia pertanian
di Indonesia. Terdapat point penting tersendiri dalam langkah ini, yaitu
kemunculan inovasi terkini dapat di berdayakan di masyarakat khususnya para
petani di daerah lokal maupun luar daerah, dalam penjelasan tersebut tentu
dalam perlombaan atau olimpiade ini tidak hanya mencari inovasi yang terbaik
saja, namun melaksanakan atau memberdayakan inovasi yang berguna di dunia
pertanian lingkup setiap daerah, dan inovasi yang terbaik akan diberdayakan
merata ke seluruh daerah di Indonesia.
Setelah generasi muda Indonesia berhasil
menciptakan banyak inovasi untuk dunia pertanian di Indonesia, maka metode
kedua baru dapat dijalankan oleh kemntrian pertanian. Fokus pada metode kedua
ini yaitu memberikan citra baik kepada para petani Indonesia. Pada faktanya
petani di Indonesia saat ini telah dipandang sebelah mata oleh masyarakat lokal
Indonesia sendiri. Untuk mencegah hal tersebut terjadi berkelanjutan, terdapat
beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh kementerian pertanian pada metode
kedua ini. Langkah awal pada metode kedua ini yaitu melakukan seleksi terhadap
inovasi-inovasi yang telah diciptakan oleh generasi muda, di setiap jenjang
pendidikannya. Setalah berhasil tersaring inovasi terbaik, tugas kementerian
pertanian berikutnya yaitu mengaplikasikan inovasi tersebut ke daerah yang
memiliki potensi pertanian yang tinggi.
| peralatan pertanian yang canggih lebih efisien |
Selain itu kementerian pertanian dapat menjalin
kerjasama secara langsung dengan universitas manapun khususnya falkutas
pertanian, maksud dari kerjasama secara langsung yaitu penyubsidian terhadap
inovasi inovasi yang akan diaplikasikan ke lapangan demi meningkatkan
produktifitas pertanian dan memperbaharui sistem pertanian di Indonesia. Dampak
dari kerjasama ini tentu berdampak langsung terhadap dunia pertanian di
Indonesia, pemberbaharuan sisitem pertanian di Indonesia akan sering dilakukan
demi meningkatkan mutu pertanian. Faktor kesuksesan pertanian tak luput dari
penunjang-penunjangnya, salah satunya yaitu alat pertanian. Dari mulai alat
yang kecil hingga yang besar. Dibutuhkan bantuan dari pemerintah secara fisik
berupa peralatan tani yang lebih modern atau canggih dalam pengoptimalan
kinerja para petani di Indonesia. Peralatan yang modern akan membuat waktu dan tenaga
dalam bertani lebih efektif serta meningkatkan jumlah produktifitas dan
kualitas hasil pertanian.
Telah kita ketahui bahwa kunci permasalahan dalam
dunia pertanian Indonesia adalah berkurangnya minat generasi muda bangsa dalam
memajukan dunia pertanian. Maka dari itu penulis memberikan solusi dalam
penyelesaian permasalahan yang terjadi pada dunia pertanian Indonesia dengan
membangkitkan minat generasi muda dalam memajukan dunia pertanian indonesia. Apabila minat para
generasi muda dalam pengoptimalan dunia pertanian di Indonesia berasil dibangun,
maka sumber daya alam (SDA) Indonesia akan terjaga dari para investor luar
negeri yang ingin mengambil kekayaan alam yang ada di Indonesia. Tidak hanya
itu, inovasi-inovasi yang diciptakan para generasi muda khususnya dalam bidang
pertanian akan membuat dunia pertania Indonesia menjadi lebih maju dan berani
bersaing di lingkup dunia internasional.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar